Asuhan Keperawatan Hipertensi

Hipertensi merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah stroke dan tuberkulosis. Jumlahnya mencapai 6,8% dari proporsi penyebab kematian di Indonesia. Hasil survey Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2007-2008) berdasarkan pengukuran tekanan darah pada orang usia 18 tahun keatas di sejumlah daerah, kejadian prevalensi hipertensi di Indonesia telah mencapai 31,7% dari total penduduk dewasa. Dari jumlah tersebut hanya sekitar 0,4% kasus yang meminum obat hipertensi untuk pengobatan. Rendahnya penderita hipertensi untuk mendapatkan pengobatan dan Asuhan Keperawatan  lantaran hipertensi, atau yang dikenal dikalangan awam sebagai penyakit darah tinggi tidak menunjukkan gejala atau tanda khas yang bisa dipakai sebagai peringatan dini. Diprediksi, terdapat 76% kasus hipertensi di masyarakat yang belum terdiagnosis.

Hipertensi adalah keadaan ketika tekanan darah sistolik lebih dari 120 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 80 mmHg. Hipertensi sering menyebabkan perubahan pada pembuluh darah yang dapat mengakibatkan semakin tingginya tekanan darah. (Arif Muttaqin, 2009).

untuk Klasifikasi Hipertensi bisa dibaca disini

Penyebab Hipertensi

Berdasarkan penyebabnya, hipertensi dibagi menjadi dua, yaitu:

  1. Hipertensi primer (esensial), penyebab hipertensi tidak diketahui (90-95% pasien)
  2. Hipertensi sekunder, disebabkan oleh :
    1. Gangguan ginjal (2-6% dari seluruh pasien hipertensi).
    2. Gangguan endokrin.
    3. Kehamilan: preeklamsia dan eklamsia
    4. Gangguan neurologi: peningkatan tekanan intracranial (tumor otak)
    5. Faktor psikososial
    6. Hipertensi sistolik

One Response to Asuhan Keperawatan Hipertensi

  1. […] Hipertensi juga banyak diungkapkan oleh para ahli, diantaranya WHO menetapkan klasifikasi hipertensi menjadi […]

Berikan Komentar Untuk
Contoh Asuhan Keperawatan Hipertensi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

invisible hit counter
Anda Bisa Juga Membacaclose